STANDAR INDEKS NAPI BELUM IDEAL
1. Sejak tahun 2010 pemerintah telah
mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan lapas dan rutan
Program Aksi Perbaikan Lapas (Prisson Reform) mendapat suntikan anggaran
sebesar Rp1 triliun.
2. Dari dana itu, sejak 2010 Kemenkumham telah
membangun 31 UPT baru dan 66 pembangunan lanjutan.
3. Total anggaran yang dikucurkan
selama 4 tahun (2010-2014) mencapai angka Rp1,5 triliun hanya mampu menambah
kapasitas hunian sebanyak 8.157.
4. Idealnya standar indeks kebutuhan perawatan
dan pelayanan kesehatan seorang penghuni lapas/rutan membutuhkan
Rp58.863,-/hari.
5. Tahun 2014 pemerintah hanya
sanggup menyediakan anggaran Rp29.189 juta,-/hari/penghuni. Masih di bawah 50%
dari indeks ideal.
6. Budget yang tersedia untuk makan
penghuni tahun 2014 hanya berkisar diangka Rp 7.500,-/orang/hari.
Selain faktor over kapasitas, Lapas dan Rutan di Indonesia
masih menghadapi setumpuk persoalan yang harus segera dicarikan solusinya,
antara lain :
1. Persoalan
mental aparat;
2. fasilitas
Lapas yang jauh dari memadai; dan
3. Belum
maksimalnya sistem pengawasan.
Komisi Hukum Nasional (KHN) menyebut 2 (dua) persoalan utama
Lapas yakni praktek korupsi berupa pungutan liar ditambah terungkapnya kasus
narkotika di dalam lapas.
PENYEBAB OVER KAPASITAS PENGHUNI RUTAN/LAPAS
1. Kurangnya jumlah UPT Lapas dan Rutan di
Indonesia;
2. Tingginya angka pemidanaan menjadi alasan lain;
3. Sistem peradilan pidana Indonesia cenderung
sangat kaku, sehingga kasus sekecil apapun biasanya akan dilanjutkan prosesnya
sampai dengan ditahan bahkan dipenjara;
4. Tidak berjalannya program rahabilitasi maupun
penempatan pengguna narkotika di lembaga medis dan sosial ikut menyumbang
besarnya angka penghuni yang mengakibatkan overkapasitas.
DAMPAK OVER KAPASITAS
1. Tidak berjalan baiknya pembinaan di Lapas
disebabkan jumlah penghuni yang terlalu banyak;
2. Kurangnya jumlah personel petugas Lapas diakibatkan
perbandingan dari penghuni dan personel yang berbandingan jauh. Di beberapa
kasus hal inilah yang mengakibatkan banyaknya Napi kabur;
3. Tingginya angka kerusuhan Lapas dan Rutan yang
diakibatkan oleh gesekan antara penghuni yang biasannya disebabkan karena
perebutan makanan, tempat tidur, kamar mandi dan banyak hal lainnya;
4. Persoalan besarnya biaya yang harus dikeluarkan
oleh negara untuk membiayai penghuni Rutan dan Lapas;
5. Overkapasitas mengakibatkan banyaknya
narapidana maupun tahanan harus dimutasi sehingga mengakibatkan keluarga dari
napi maupun tahanan yang ingin berkunjung harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar