Senin, 13 Juli 2015

OVERKAPASITAS PENGHUNI RUTAN/LAPAS

STANDAR INDEKS NAPI BELUM IDEAL

1.   Sejak tahun 2010 pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan lapas dan rutan Program Aksi Perbaikan Lapas (Prisson Reform) mendapat suntikan anggaran sebesar Rp1 triliun.

2.     Dari dana itu, sejak 2010 Kemenkumham telah membangun 31 UPT baru dan 66 pembangunan lanjutan.

3.    Total anggaran yang dikucurkan selama 4 tahun (2010-2014) mencapai angka Rp1,5 triliun hanya mampu menambah kapasitas hunian sebanyak 8.157.

4.   Idealnya standar indeks kebutuhan perawatan dan pelayanan kesehatan seorang penghuni lapas/rutan membutuhkan Rp58.863,-/hari.

5.     Tahun 2014 pemerintah hanya sanggup menyediakan anggaran Rp29.189 juta,-/hari/penghuni. Masih di bawah 50% dari indeks ideal.


6.     Budget yang tersedia untuk makan penghuni tahun 2014 hanya berkisar diangka Rp 7.500,-/orang/hari.

Selain faktor over kapasitas, Lapas dan Rutan di Indonesia masih menghadapi setumpuk persoalan yang harus segera dicarikan solusinya, antara lain :

1.       Persoalan mental aparat;
2.       fasilitas Lapas yang jauh dari memadai; dan  
3.       Belum maksimalnya sistem pengawasan.

Komisi Hukum Nasional (KHN) menyebut 2 (dua) persoalan utama Lapas yakni praktek korupsi berupa pungutan liar ditambah terungkapnya kasus narkotika di dalam lapas.

PENYEBAB OVER KAPASITAS PENGHUNI RUTAN/LAPAS

1.        Kurangnya jumlah UPT Lapas dan Rutan di Indonesia;

2.        Tingginya angka pemidanaan menjadi alasan lain;

3.        Sistem peradilan pidana Indonesia cenderung sangat kaku, sehingga kasus sekecil apapun biasanya akan dilanjutkan prosesnya sampai dengan ditahan bahkan dipenjara;

4.        Tidak berjalannya program rahabilitasi maupun penempatan pengguna narkotika di lembaga medis dan sosial ikut menyumbang besarnya angka penghuni yang mengakibatkan overkapasitas. 

DAMPAK OVER KAPASITAS

1.         Tidak berjalan baiknya pembinaan di Lapas disebabkan jumlah penghuni yang terlalu banyak;

2.     Kurangnya jumlah personel petugas Lapas diakibatkan perbandingan dari penghuni dan personel yang berbandingan jauh. Di beberapa kasus hal inilah yang mengakibatkan banyaknya Napi kabur;

3.     Tingginya angka kerusuhan Lapas dan Rutan yang diakibatkan oleh gesekan antara penghuni yang biasannya disebabkan karena perebutan makanan, tempat tidur, kamar mandi dan banyak hal lainnya;

4.      Persoalan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh negara untuk membiayai penghuni Rutan dan Lapas;

5.      Overkapasitas mengakibatkan banyaknya narapidana maupun tahanan harus dimutasi sehingga mengakibatkan keluarga dari napi maupun tahanan yang ingin berkunjung harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar